Gaji Suami Besar tetapi Pertengahan Bulan Sudah Habis, Lalu Harus Bagaimana ?

Banyak orang menyangka bahwa memiliki gaji besar sama dengan orang kaya atau bahkan bebas secara keuangan. Kenyataannya orang yang memiliki gaji besar sekalipun bisa saja terlilit utang dan tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya karena tidak mampu mengelola keuangannya dengan baik. Terkadang gaji tersebut sudah habis di tengah bulan sehingga terpaksa Moms berutang atau mengurangi pengeluaran yang sebenarnya dibutuhkan.

Banyak ibu rumah tangga yang menjadi menteri keuangan keluarga. Moms, jika Moms gagal mengelola keuangan keluarga dengan baik maka yang dipertaruhkan bukan hanya hidup Moms sendiri tetapi juga suami dan anak-anak. Kunci keberhasilan keuangan keluarga bukan hanya ada di tangan suami sebagai sumber penghasilan, tetapi juga terletak pada Moms yang bertanggungjawab mengelola uang tersebut.
Orang yang memiliki gaji besar sekalipun tidak akan pernah sejahtera jika tidak dapat mengelola keuangan dengan baik. Gaji besar tidak akan pernah cukup untuk memenuhi keinginan karena manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas, tetapi gaji tersebut bisa dicukupkan untuk memenuhi kebutuhan Moms dan keluarga.

Ada kasus yang menceritakan, bahwa penghasilan suami sebenarnya lebih besar daripada pengeluaran wajib yang harus dibayar setiap bulan. Namun pada kenyataannya gaji sebesar Rp10 juta tersebut sudah habis di pertengahan bulan. Artinya kesalahan terletak pada penggunaan uang tersebut. Bisa jadi Moms ‘lapar mata’ ketika melihat barang-barang di mall, apalagi jika ditawarkan promo diskon. Dengan iming-iming nantinya barang tersebut tidak akan semurah itu lagi, rasanya sangat sayang jika kesempatan besar itu tidak dimanfaatkan.
Akibatnya pengeluaran tidak terduga pun terjadi. Tetapi pengeluaran tidak terduga tersebut bukanlah pengeluaran yang bijaksana karena sifatnya tidak urgent. Berbeda halnya jika Moms terpaksa mengeluarkan uang untuk memperbaiki mobil karena baru saja mengalami tabrakan atau Moms harus memperbaiki atap rumah yang bocor karena hujan badai baru saja melMoms.


Untuk mengatasi permasalahan ‘lapar mata’ tersebut, ada beberapa cara yang dapat Moms coba:

#1 Buat Anggaran Tertulis dan Digital
Memiliki anggaran adalah sebuah keharusan, terutama bagi para ibu rumah tangga yang menjadi menteri keuangan keluarga. Bisakah Moms bayangkan bagaimana jadinya jika Menteri Keuangan negara kita tidak memiliki anggaran setiap bulan dan tahunnya? Sudah pasti keuangan negara akan berantakan dan terjadi kekacauan di berbagai lapisan masyarakat serta pemerintahan. Kekacauan ini juga bisa terjadi di dalam rumah tangga Moms jika tidak sang menteri keuangan keluarga tidak memiliki anggaran yang jelas.
Segala hal yang berkaitan dengan keuangan harus direncanakan dengan terperinci dan dilaksanakan dengan disiplin. Mengapa? Uang dapat pergi dengan mudah tetapi sulit didapatkan. Sangat mudah mengeluarkan uang untuk membeli sebuah barang yang Moms inginkan, tetapi sangat sulit untuk mencari lagi uang sejumlah yang Moms keluarkan. Buatlah anggaran secara secara tertulis di selembar kertas. Anggaran bukan hanya untuk dibayang-bayangkan, tetapi harus ada wujud fisiknya. Jika memungkinkan Moms dapat mencoba mendiskusikan dengan suami apa saja pengeluaran yang ingin diprioritaskan setiap bulannya. Dengan bantuan suami Moms akan lebih termotivasi untuk menjalankan anggaran tersebut setiap bulannya.

Setelah menuliskannya di selembar kertas, Moms dapat memindahkannya ke ponsel ataugadget apapun yang mudah diakses setiap hari. Dengan begitu Moms bisa mengecek dan menyesuaikan keuangan setiap hari dengan anggaran tersebut. Mengapa harus menuliskan anggaran tersebut di selembar kertas terlebih dahulu? Karena ada ikatan emosi yang berbeda ketika Moms menuliskan di selembar kertas dengan menuliskan langsung di gadget. Dengan menulis secara langsung di selembar kertas Moms akan cenderung lebih mengingat apa yang Moms tuliskan sehingga lebih berkomitmen untuk menjalankannya.

#2 Minimalkan Penggunaan Uang Tunai
Jika Moms adalah salah satu ibu rumah tangga yang memiliki masalah “lapar mata”, Moms juga dapat menggunakan cara ini. Ambillah uang tunai secukupnya sehingga secara psikologis Moms lebih mudah menahan diri untuk tidak membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

#3 Hitung Sisa Uang yang Dapat Digunakan Setiap Hari
Ketika seorang wanita menginginkan barang tertentu, akan sulit untuk menahan diri. Ada cara yang mungkin terdengar rumit, tetapi jika Moms membiasakan diri melakukannya, maka cara ini akan sangat membantu Moms mengendalikan lapar mata.

Ketika ingin membeli sebuah barang di luar anggaran cobalah untuk menghitung terlebih dahulu. Berapa sisa uang yang Moms miliki saat ini, baik saldo rekening maupun uang tunai yang ada di tangan. Kemudian perhitungkan juga berapa hari lagi suami Moms akan mendapatkan gaji. Setelah itu bagilah sisa uang yang Moms miliki dengan jumlah hari hingga mendapatkan uang lagi. Dengan begitu Moms akan mendapatkan berapa jumlah uang yang dapat Moms habiskan setiap harinya saat ini hingga menerima gaji bulan berikutnya. Jika dana yang bisa digunakan setiap hari sangat kecil, coba bayangkan bagaimana jadinya jika Moms jadi membeli barang yang ada di depan mata tersebut? Tentu saja semakin sedikit uang yang dapat dihabiskan setiap hari hingga Moms menerima gaji suami lagi. Biasanya ketika sudah mengetahui angka tersebut akan lebih mudah untuk mengurungkan niat Moms membeli barang yang tidak ada dalam anggaran.
Cara ini memang terdengar sedikit rumit, tetapi manfaatnya cukup efektif. Saya sendiri adalah seorang wanita yang terkadang sulit untuk menahan diri ketika melihat penawaran barang yang menarik. Tetapi cara ini cukup efektif untuk membuat saya menahan diri dan tidak membeli barang yang tidak diperlukan jika saya memang tidak memiliki dana yang cukup.

Kendalikan Emosi Moms
Moms, sebagai menteri keuangan keluarga, Moms memegang kendali atas kesejahteraan keuangan keluarga. Jika Moms tidak bijaksana dalam menggunakan uang yang diberikan suami, berapa besar pun gaji suami tidak akan pernah mencukupi kebutuhan keluarga hingga akhir bulan. Permasalahan terbesar dalam menggunakan uang dengan bijaksana adalah pengendalian emosi. Wanita sangat mudah tergoda untuk membeli barang yang terkadang tidak dibutuhkan. Moms dapat mencoba tips-tips di atas untuk mengendalikan keuangan dengan baik


sumber :

Komentar